Tak terasa Ramadhan telah hadir lagi. Bulan penuh rahmat, ampunan dan bulan dengan sejuta pahala.
Semoga Ramadhan kali bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Semoga semua amal kita diterima Allah .
Amiin...
Tuesday, September 02, 2008
Monday, April 21, 2008
LAKUKAN
Sudah terlalu sering dalam otak kita berfikir untuk melakukan sesuatu. Dalam bayangan kita sudah merencanakan apa yang besok harus kita lakukan. kita berencana melakukan sesuatu yang baru, "Besok saya harus bangun pagi dan melakukan segala aktifitas dengan senang hati". Tetapi di kenyataannya, disaat besok pagi saya terbangun, sepertinya saya sudah lupa apa yang kemarin saya ingin lakukan. Sebenarnya bukan lupa tetapi malas melakukan.
Kenapa itu bisa terjadi? Karena Saya kurang kuat dan tidak punya tujuan yang terarah. Seandainya setiap kehidupan saya sudah tertata dan diisi dengan penuh kegiatan pasti tidak ada kata malas dalam kamus hidup. Rasa bosan terhadap sesuatu hal tidaklah boleh dijadikan alasan untuk malas melakukan hal- hal yang positif yang sudah kita siapkan di hari sebelumnya.
Semangat.... segera lakukan apa yang dipikirkan dalam otak untuk melakukan perubahan. Perubahan di segala hal.kalau tidak mau orang lain yang terlebih dahulu melakukan apa yang sudah kita fikirkan
Kenapa itu bisa terjadi? Karena Saya kurang kuat dan tidak punya tujuan yang terarah. Seandainya setiap kehidupan saya sudah tertata dan diisi dengan penuh kegiatan pasti tidak ada kata malas dalam kamus hidup. Rasa bosan terhadap sesuatu hal tidaklah boleh dijadikan alasan untuk malas melakukan hal- hal yang positif yang sudah kita siapkan di hari sebelumnya.
Semangat.... segera lakukan apa yang dipikirkan dalam otak untuk melakukan perubahan. Perubahan di segala hal.kalau tidak mau orang lain yang terlebih dahulu melakukan apa yang sudah kita fikirkan
Thursday, November 08, 2007
Sulitkah mencari istri?
Kalau melihat populasi antara laki-laki dan wanita saat ini, 1 banding 4, untuk sementara kita akan mengatakan tidak terlalu sulit mencari seorang calon istri. Kalau mencari istri hanya kriterianya cukup dia berjenis kelamin wanita saja, tanpa embel-embel lain, rasanya mudah. Setidaknya logika kita akan mengatakan, jika tidak berhasil dengan calon pertama kan ada peluang kedua. Gagal lagi kedua masih ada ketiga dan keempat. Belum lagi peluang orang lain yang tak diambil,nah. .Lalu kalau mencari istri, tapi ingin yang cantik dan mempesona, sulitkah?
Jika saat ini semakin banyak produk-produk kecantikan, semisal berbagai merk lotion, spa, facial, atau apalah yang lainnya, yang dapat memoles penampilan wanita menjadi lebih cantik dan anggun, kulit hitam menjadi putih, rambut keriting jadi lurus, badan gemuk jadi langsing, gigi tonggos jadi rapi, bibir dipoles jadi sensual, dan gaun-gaun yang modis lagi menggoda, seharusnya signifikan dengan semakin bertambahnya wanita-wanita cantik di negeri ini. Rasanya kita juga akan menjawab "MUDAH". He..eh, sekarang kemungkinan besar tidak sulit juga memilih istri yang cantik dan mempesona secara lahiriah.
Memang memiliki istri cantik, apalagi kaya dan dari keturunan terhormat, merupakan idaman para lelaki. Kecantikan menjadi salah satu sumber kesenangan di hati. Dari mata turun ke hati, begitu kata pepatah. Seperti orang-orang kota yang sumpek melihat jejalan beton-beton raksasa kemudian menjatuhkan pandangannya pada keindahan alam pegunungan, di situ letak kesenangan dan hiburan bagi mereka. Begitu pula halnya istri yang memiliki paras cantik, Ia menghadirkan kesenangan di hati suaminya. Lalu mungkin ada yang bertanya, sampai kapan kesenangan itu?, nah pertanyaan ini yang sulit dijawab. Apalagi menjawab, apakah mereka yang mempesona dalam segi fisik pasti akan membawa kita dalam ketentraman dan kebahagiaan rumah tangga?. Ah, tidak ada yang mau menjamin. Kalau hanya senang secara biologis kemungkinan iya, tapi kesenangan semacam ini sifatnya tidak lama dan tidak menjadi penentu ketentraman rumah tangga melainkan sedikit saja.
Memang bagi yang belum menikah, kecantikan kadang menjadi yang utama. Faktor fisik menjadi segala-galanya. Padahal ketika usia bertambah tua kecantikan juga akan semakin sirna. Padahal, menikah belum setahun, secara naluriah akan muncul perasaan begini, sang istri yang dulu primadona sekarang tampak seperti biasa-biasa saja. Jika seorang suami tidak juga menemukan "kecantikan lain" pada istrinya, yang bukan berasal dari parasnya saja, bisa jadi kecantikan itu malah menjadi fitnah rumah tangga. Fitnah yang seperti apa?. Dengarkanlah sabda Rasulullah Al-Ma'shum :
"Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukkannya. Dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampaui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik".(HR. Ibnu Majah)
KECANTIKAN YANG MEMBURUKKAN.
Seperti apakah kecantikan yang memburukkan? . Wallohu A'lam bis showab. Mungkin saja mereka adalah yang merasa kecantikannya harus dihargai lebih. Mereka adalah yang merasa suaminya tak bisa menghargai kelebihannya. Mereka adalah yang kecantikannya digunakan untuk menyimpang, memuaskan nafsunya. Masih herankah kita, apa yang menjadi alasan artis-artis itu dengan mudahnya kawin cerai?. Ya, salah satunya karena merasa memiliki kemampuan untuk memperoleh suami yang lebih baik melalui kecantikan dan kekayaannya. Itulah kecantikan yang memburukkan. Atau kecantikan yang memburukkan itu terjadi karena naluriah yang tak terbendung. Yaitu menonjol-nonjolkan kecantikannya dihadapan orang lain selain suaminya dengan maksud riya. Walau Ia tak bermaksud menggoda lelaki lain, bukankah itu hal yang buruk?.
Kecantikan atau harta belu! m cukup menjadi kriteria untuk kita menetapkan pendamping hidup. Ada yang perlu kita buka kembali. Secara arif, mengenai wawasan kita, mengenai harapan kebarokahan pernikahan, tentang cita-cita kesakinahan keluarga, tentang kebersamaan mengarungi hidup. Tentang dambaan keturunan-keturunan yang sholih, tentang keadan hidup setelah mati. Sabda Rasulullah berikut ini sudah sering kita dengar, kita ulang kembali, mudah-mudahan tidak sekedar lewat di telinga tapi merupakan bekal yang membekas di hati :
"Wanita dinikahi karena empat perkara : karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung" (HR. BUKHORI-MUSLIM) .
Beruntung!. Kalau yang menyampaikan kata "beruntung" itu adalah seorang pengusaha atau pedagang, maka makna beruntung itu tidak jauh dari yang namanya uang. Tapi kalau yang menyampaikan Rasulullah, katakan, keberuntungan seperti apakah itu! Bukankah keberuntungan itu mengenai kebahagiaan dunia berupa rumah tangga yang diberkahi Alloh dan kebahagiaan akhirat berupa tabungan pahala dan kebaikan.
Coba sebut apa yang kita harapkan sebagai suami dari istri kita?, bukankah kita ingin Ia menjadi penyemangat saat kita putus asa, penghibur saat kita sedih, penyejuk saat kekeringan, pendorong amal ibadah. Kemudian mau bersabar saat musibah dan bersyukur dengan apapun karunia yang diterima. Dan istri yang bisa memberikan itu semua tidak ada sangkut pautnya dengan cantik tidaknya atau kaya tidaknya dia. Mereka adalah wanita-wanita yang baik agamanya. Mereka bertaqwa pada Alloh dan patuh pada suaminya. Mereka yang tidak hanya melihat aktivitas melayani suami, mendidik anak, menjaga rumah atau tugas-tugasnya yang lain sebagai urusan dunia semata.Tapi ada harapan yang lebih besar, yakni keridhoan Alloh dan balasan Surga-Nya di akhirat kelak.
Percayalah, tidak ada yang membuat seorang suami merasa tentram kecuali karena sikap baik seorang istri. Tidak ada sikap baik istri yang lebih jujur kecuali karena lahir dari ketulusan. Dan tidak ada ketulusan yang kokoh kecuali karena keikhlasan untuk bertaqwa kepada Alloh. Inilah mengapa Rasulullah memerintahkan kita perihal menentukan calon istri berdasarkan kualitas agamanya. Karena agama adalah ahlak mulia, Addiinu Ahlakul Kariimah.
Termasuk ahlak mulia seorang istri untuk bersedia melayani suaminya dengan tulus, ikhlas, dan sebab taqwanya kepada Alloh SWT :
"...Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka).. ( QS. An-Nisa : 34)
Maka jatuhkan pandangan hanya pada faktor agama. Semata-mata agama. Kita juga tidak pernah menginginkan anak-anak yang ala kadarnya atau bahkan yang jauh dari agama bukan?. Ibunyalah sebagai seniman yang akan melukis kepribadian dan karakter anak-anak itu. Tentu yang kita inginkan, Ibu yang tak hanya mampu memberi cinta, namun juga pendidikan dan keteladanan menyangkut agama dan ahlak mereka.
BAIK AGAMANYA
Soal kriteria baiknya agama seorang wanita, ada dasar dan cabang-cabangnya. Seorang wanita melaksanakan sholat wajib, menjaga kemaluannya, menutup aurat, patuh pada suami dan menjauhi kemaksiatan itu lebih dari cukup untuk menjadi dasar bahwa Ia baik agamanya. Rasulullah bersabda : "Apabila seorang wanita telah melaksanakan sholat lima waktu, telah dapat memelihara kemaluannya dan menaati suaminya, maka dia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang disukainya" (HR. Ahmad)
Seorang wanita misalnya ahli Tahajjud, atau luas pemahaman agamanya, memiliki kepedulian tinggi terhadap dakwah, dermawan, misal juga suka menghafal Al-Qur'an, itu adalah cabang-cabang kriteria yang kita tentukan untuk memperoleh yang lebih baik dari yang sudah baik. Kalau kita mampu, mudah-mudahan kita beruntung bisa menikahi wanita yang memiliki kemuliaan agama dan ahlak seperti itu, Amiin...
Namun, kadang kebaikan terbentuk seiring berjalannya waktu. Boleh jadi kedewasaan berpikir dan semangat untuk meningkatkan kualitas agama baru terbentuk setelah menikah. Setelah hadirnya seorang suami yang menjadi imam, dan hadirnya anak-anak yang membutuhkan keteladanan. Mungkin saat ini Ia, calon istri kita tidak terlalu kuat dalam menunaikan perkara-perkara amaliah kecuali hanya melaksanakan sholat wajib, puasa Ramadhan, sopan dalam bergaul, dan menutup aurat. Subhanalloh, sungguh jika selaras dengan keikhlasan di hatinya, yang seperti itu telah mulia di sisi Alloh dan mulia di hadapan manusia, Insya Alloh.
Mari saling berbagi nasehat, tetaplah kaki berpijak kepada sunatulloh. Berusaha dan berdoa agar Alloh menghadirkan seorang istri shalihah yang bertaqwa kepada Alloh dan patuh pada suaminya. Tanyalah kepada siapapun yang bisa ditanyai. Mintalah bantuan kepada siapapun yang rela memberikan bantuan. Berikhtiarlah di atas garis syariat yang sudah ditetapkan. Bersabarlah untuk tidak mendekat pada proses-proses yang diharamkan. Hingga saatnya takdir benar-benar mendekatkan kita dengannya. Selanjutnya, dengan sangat percaya diri kita akan menyambut datangnya pendamping terbaik, "khoirunnisa" , siapakah khoirunnisa itu?
"Khoirunnisa" (Wanita Terbaik) adalah yang dapat menyenangkan hati suami apabila ia memandang, menaatinya apabila ia memerintah, dan tidak menentangnya dalam diri dan hartanya dengan sesuatu yang dibencinya" (HR. Ahmad)
.
Jika saat ini semakin banyak produk-produk kecantikan, semisal berbagai merk lotion, spa, facial, atau apalah yang lainnya, yang dapat memoles penampilan wanita menjadi lebih cantik dan anggun, kulit hitam menjadi putih, rambut keriting jadi lurus, badan gemuk jadi langsing, gigi tonggos jadi rapi, bibir dipoles jadi sensual, dan gaun-gaun yang modis lagi menggoda, seharusnya signifikan dengan semakin bertambahnya wanita-wanita cantik di negeri ini. Rasanya kita juga akan menjawab "MUDAH". He..eh, sekarang kemungkinan besar tidak sulit juga memilih istri yang cantik dan mempesona secara lahiriah.
Memang memiliki istri cantik, apalagi kaya dan dari keturunan terhormat, merupakan idaman para lelaki. Kecantikan menjadi salah satu sumber kesenangan di hati. Dari mata turun ke hati, begitu kata pepatah. Seperti orang-orang kota yang sumpek melihat jejalan beton-beton raksasa kemudian menjatuhkan pandangannya pada keindahan alam pegunungan, di situ letak kesenangan dan hiburan bagi mereka. Begitu pula halnya istri yang memiliki paras cantik, Ia menghadirkan kesenangan di hati suaminya. Lalu mungkin ada yang bertanya, sampai kapan kesenangan itu?, nah pertanyaan ini yang sulit dijawab. Apalagi menjawab, apakah mereka yang mempesona dalam segi fisik pasti akan membawa kita dalam ketentraman dan kebahagiaan rumah tangga?. Ah, tidak ada yang mau menjamin. Kalau hanya senang secara biologis kemungkinan iya, tapi kesenangan semacam ini sifatnya tidak lama dan tidak menjadi penentu ketentraman rumah tangga melainkan sedikit saja.
Memang bagi yang belum menikah, kecantikan kadang menjadi yang utama. Faktor fisik menjadi segala-galanya. Padahal ketika usia bertambah tua kecantikan juga akan semakin sirna. Padahal, menikah belum setahun, secara naluriah akan muncul perasaan begini, sang istri yang dulu primadona sekarang tampak seperti biasa-biasa saja. Jika seorang suami tidak juga menemukan "kecantikan lain" pada istrinya, yang bukan berasal dari parasnya saja, bisa jadi kecantikan itu malah menjadi fitnah rumah tangga. Fitnah yang seperti apa?. Dengarkanlah sabda Rasulullah Al-Ma'shum :
"Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukkannya. Dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampaui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik".(HR. Ibnu Majah)
KECANTIKAN YANG MEMBURUKKAN.
Seperti apakah kecantikan yang memburukkan? . Wallohu A'lam bis showab. Mungkin saja mereka adalah yang merasa kecantikannya harus dihargai lebih. Mereka adalah yang merasa suaminya tak bisa menghargai kelebihannya. Mereka adalah yang kecantikannya digunakan untuk menyimpang, memuaskan nafsunya. Masih herankah kita, apa yang menjadi alasan artis-artis itu dengan mudahnya kawin cerai?. Ya, salah satunya karena merasa memiliki kemampuan untuk memperoleh suami yang lebih baik melalui kecantikan dan kekayaannya. Itulah kecantikan yang memburukkan. Atau kecantikan yang memburukkan itu terjadi karena naluriah yang tak terbendung. Yaitu menonjol-nonjolkan kecantikannya dihadapan orang lain selain suaminya dengan maksud riya. Walau Ia tak bermaksud menggoda lelaki lain, bukankah itu hal yang buruk?.
Kecantikan atau harta belu! m cukup menjadi kriteria untuk kita menetapkan pendamping hidup. Ada yang perlu kita buka kembali. Secara arif, mengenai wawasan kita, mengenai harapan kebarokahan pernikahan, tentang cita-cita kesakinahan keluarga, tentang kebersamaan mengarungi hidup. Tentang dambaan keturunan-keturunan yang sholih, tentang keadan hidup setelah mati. Sabda Rasulullah berikut ini sudah sering kita dengar, kita ulang kembali, mudah-mudahan tidak sekedar lewat di telinga tapi merupakan bekal yang membekas di hati :
"Wanita dinikahi karena empat perkara : karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung" (HR. BUKHORI-MUSLIM) .
Beruntung!. Kalau yang menyampaikan kata "beruntung" itu adalah seorang pengusaha atau pedagang, maka makna beruntung itu tidak jauh dari yang namanya uang. Tapi kalau yang menyampaikan Rasulullah, katakan, keberuntungan seperti apakah itu! Bukankah keberuntungan itu mengenai kebahagiaan dunia berupa rumah tangga yang diberkahi Alloh dan kebahagiaan akhirat berupa tabungan pahala dan kebaikan.
Coba sebut apa yang kita harapkan sebagai suami dari istri kita?, bukankah kita ingin Ia menjadi penyemangat saat kita putus asa, penghibur saat kita sedih, penyejuk saat kekeringan, pendorong amal ibadah. Kemudian mau bersabar saat musibah dan bersyukur dengan apapun karunia yang diterima. Dan istri yang bisa memberikan itu semua tidak ada sangkut pautnya dengan cantik tidaknya atau kaya tidaknya dia. Mereka adalah wanita-wanita yang baik agamanya. Mereka bertaqwa pada Alloh dan patuh pada suaminya. Mereka yang tidak hanya melihat aktivitas melayani suami, mendidik anak, menjaga rumah atau tugas-tugasnya yang lain sebagai urusan dunia semata.Tapi ada harapan yang lebih besar, yakni keridhoan Alloh dan balasan Surga-Nya di akhirat kelak.
Percayalah, tidak ada yang membuat seorang suami merasa tentram kecuali karena sikap baik seorang istri. Tidak ada sikap baik istri yang lebih jujur kecuali karena lahir dari ketulusan. Dan tidak ada ketulusan yang kokoh kecuali karena keikhlasan untuk bertaqwa kepada Alloh. Inilah mengapa Rasulullah memerintahkan kita perihal menentukan calon istri berdasarkan kualitas agamanya. Karena agama adalah ahlak mulia, Addiinu Ahlakul Kariimah.
Termasuk ahlak mulia seorang istri untuk bersedia melayani suaminya dengan tulus, ikhlas, dan sebab taqwanya kepada Alloh SWT :
"...Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka).. ( QS. An-Nisa : 34)
Maka jatuhkan pandangan hanya pada faktor agama. Semata-mata agama. Kita juga tidak pernah menginginkan anak-anak yang ala kadarnya atau bahkan yang jauh dari agama bukan?. Ibunyalah sebagai seniman yang akan melukis kepribadian dan karakter anak-anak itu. Tentu yang kita inginkan, Ibu yang tak hanya mampu memberi cinta, namun juga pendidikan dan keteladanan menyangkut agama dan ahlak mereka.
BAIK AGAMANYA
Soal kriteria baiknya agama seorang wanita, ada dasar dan cabang-cabangnya. Seorang wanita melaksanakan sholat wajib, menjaga kemaluannya, menutup aurat, patuh pada suami dan menjauhi kemaksiatan itu lebih dari cukup untuk menjadi dasar bahwa Ia baik agamanya. Rasulullah bersabda : "Apabila seorang wanita telah melaksanakan sholat lima waktu, telah dapat memelihara kemaluannya dan menaati suaminya, maka dia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang disukainya" (HR. Ahmad)
Seorang wanita misalnya ahli Tahajjud, atau luas pemahaman agamanya, memiliki kepedulian tinggi terhadap dakwah, dermawan, misal juga suka menghafal Al-Qur'an, itu adalah cabang-cabang kriteria yang kita tentukan untuk memperoleh yang lebih baik dari yang sudah baik. Kalau kita mampu, mudah-mudahan kita beruntung bisa menikahi wanita yang memiliki kemuliaan agama dan ahlak seperti itu, Amiin...
Namun, kadang kebaikan terbentuk seiring berjalannya waktu. Boleh jadi kedewasaan berpikir dan semangat untuk meningkatkan kualitas agama baru terbentuk setelah menikah. Setelah hadirnya seorang suami yang menjadi imam, dan hadirnya anak-anak yang membutuhkan keteladanan. Mungkin saat ini Ia, calon istri kita tidak terlalu kuat dalam menunaikan perkara-perkara amaliah kecuali hanya melaksanakan sholat wajib, puasa Ramadhan, sopan dalam bergaul, dan menutup aurat. Subhanalloh, sungguh jika selaras dengan keikhlasan di hatinya, yang seperti itu telah mulia di sisi Alloh dan mulia di hadapan manusia, Insya Alloh.
Mari saling berbagi nasehat, tetaplah kaki berpijak kepada sunatulloh. Berusaha dan berdoa agar Alloh menghadirkan seorang istri shalihah yang bertaqwa kepada Alloh dan patuh pada suaminya. Tanyalah kepada siapapun yang bisa ditanyai. Mintalah bantuan kepada siapapun yang rela memberikan bantuan. Berikhtiarlah di atas garis syariat yang sudah ditetapkan. Bersabarlah untuk tidak mendekat pada proses-proses yang diharamkan. Hingga saatnya takdir benar-benar mendekatkan kita dengannya. Selanjutnya, dengan sangat percaya diri kita akan menyambut datangnya pendamping terbaik, "khoirunnisa" , siapakah khoirunnisa itu?
"Khoirunnisa" (Wanita Terbaik) adalah yang dapat menyenangkan hati suami apabila ia memandang, menaatinya apabila ia memerintah, dan tidak menentangnya dalam diri dan hartanya dengan sesuatu yang dibencinya" (HR. Ahmad)
.
Tuesday, October 09, 2007
Catatan Ramadhan 1428 H
detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan
seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidup
meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu
maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta
detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu
By opick
Hari demi hari tlah terlewati, tak terasa sudah 27 hari Ramadhan berlalu........
Dari hari ke hari ku rasa diri semakin banyak berbuat dosa.... Ku tak tau apakah amalanku kali ini Engkau Terima, hanya Engkau yang tahu.
Allah ramadhan yang tinggal beberapa hari semoga ku dapat maksimal menjalankannya.. Bimbing Hamba Allah.. Amin
Maafkan Hamba Allah.......Semoga Tak terulang lagi kesalahan yang sama...
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan
seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidup
meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu
maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta
detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu
By opick
Hari demi hari tlah terlewati, tak terasa sudah 27 hari Ramadhan berlalu........
Dari hari ke hari ku rasa diri semakin banyak berbuat dosa.... Ku tak tau apakah amalanku kali ini Engkau Terima, hanya Engkau yang tahu.
Allah ramadhan yang tinggal beberapa hari semoga ku dapat maksimal menjalankannya.. Bimbing Hamba Allah.. Amin
Maafkan Hamba Allah.......Semoga Tak terulang lagi kesalahan yang sama...
Tuesday, September 18, 2007
AHLAN WASAHLAN RAMADHAN
BULAN YANG PENUH BERKAH TELAH DATANG
MOHON MA'AF ATAS SEMUA KESALAHAN
SEMOGA RAMADHAN KALI INI RAMADHAN TERBAIK UNTUK KITA DIBANDING RAMADHAN SEBELUMNYA & SEMUA AMALAN KITA DITERIMA 4JJI.
AMIIN.....
MOHON MA'AF ATAS SEMUA KESALAHAN
SEMOGA RAMADHAN KALI INI RAMADHAN TERBAIK UNTUK KITA DIBANDING RAMADHAN SEBELUMNYA & SEMUA AMALAN KITA DITERIMA 4JJI.
AMIIN.....
Thursday, August 23, 2007
YANG SANGAT DI BENCI IBLIS
yang sangat dibenci IBLIS
Oleh : Muhasuh
Mungkin kita mengira bahwa amal-amalan kebaikan kita berupa Shalat, Puasa, membaca Al-Qur’an, Haji, zakat dan lain-lain kebaikan adalah hal yang amat dibenci oleh Iblis. Seringkali kita ditanya oleh rekan kita atau siapapun perihal amalan yang dibenci oleh IBLIS niscaya kita akan menyebutkan hal tersebut di atas.
Apa yang kita ungkapkan tersebut tidaklah salah, sebab memang dalam hal-hal tersebutlah Iblis berusaha dengan sekuat tenaga dan upaya mengalihkan perhatian kita agar tidak konsentrasi (khusuk) dalam menjalankannya. Upaya iblis tersebut tidak lain agar ia mendapat pengikut sebanyak-banyaknya. Untuk itulah iblis melakukan langkah-langkah atau program dari A sampai Z dengan memutarbalikkan kenyataan Ilahi, yang benar dihadapan Tuhan menjadi salah; yang salah dihadapan Tuhan menjadi benar. Mereka berupaya agar kita memenuhi hasrat hawa nafsu dengan mengenyampingkan nilai-nilai wahyu. (QS 15: 39)
Sebelum Iblis berhasil dalam upayanya mengalihkan manusia, maka ketidakpuasan senantiasa ada dalam diri Iblis itu sendiri. Untuk itu mereka menerjunkan semua penggoda-penggoda manusia. Penggoda-penggoda yang diterjunkan iblis tidak kepalang tanggung, dia menugaskan seluruh lapisan kekuatan yang dimilikinya, dari tingkatan pemula sampai dengan tingkatan expert atau dari kelas teri sampai kelas kakap, dari pasukan berkuda sampai pejalan kaki. (QS 17:64). Tergantung dari kadar keimanan seseorang, makin tinggi kada keimanan, makin tinggi jabatan penggodanya dan sebaliknya.
Maka tidaklah mengherankan apabila dari semua sisi kehidupan yang kita jalankan, iblis senantiasa ada di dalamnya. Atau dalam istilah Al-Qur’an Iblis akan mendatangi/ menggoda kita baik dari depan, belakang, kiri, kanan. Intinya seluruh sendi kehidupan yang kita jalani, maka kekuatan Iblis ada disana. (QS 7: 17)
Apabila upaya mengalihkan konsentrasi manusia telah berhasil, maka Kegembiraan akan senantiasa ada dalam diri Iblis, dan tidak sampai disitu saja Iblis bertindak, malah lebih jauh sampai manusia/ kita ada dalam permainannya dan mau mengikuti apa yang diperintahkannya. Dan bila upaya-upaya yang dilakukan belum berhasil maka upaya-upaya apapun terus dilakukannya, IBLIS pantang mundur.
Namun demikian Iblis acapkali kecewa terhadap satu rahmat Allah yang diberikan kepada manusia. Suatu rahmat yang menyebabkan upaya dan usaha iblis dalam menyesatkan manusia selama bertahun-tahun sirna tanpa bekas. Itulah rahmat yang bernama “TOBAT”. Tobat inilah yang amat sangat dibenci oleh Iblis. Kebencian tersebut amat beralasan, sebab sekali manusia bertobat, maka seluruh kejahatan-kejahatan hasil upaya Iblis seketika itu luluh lantah, bak panas setahun dihapus oleh hujan sehari. Bahkan kejahatan seumur hidup luluh seketika walaupun manusia belum melakukan kebajikan. Dan bahkan dosa yang kita bawa melebihi beratnya bumi dan tingginya langitpun dapat dengan seketika terhapus karenanya. (QS 7 : 153)
Perhatikanlah Firman Allah dalam Hadits Qudsi berikut:
Wahai Bani Adam! Apabila engkau mengajukan permohonan dan mengharap kepada-Ku, Ku ampuni segala yang ada padamu tanpa peduli. Wahai Bani Adam! Sekalipun dosamu bertumpuk-tumpuk hingga setinggi langit, tapi kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya Ku ampuni dosamu. Wahai Bani Adam! Sekiranya engkau datang dengan dosa setimbang bumi, kemudian engkau menemui Aku dalam keadaan tidak mensekutukan Aku dengan sesuatupun, niscaya Aku kurniakan ampunan setimbang dosa itu. (HQR Turmudzi dari Anas)
“Tobat “ sepertinya hal yang kecil dan sepele, namun memiliki kekuatan yang amat dahsyat dalam menghancurkan segenap kesalahan/ kejahatan/ kebathilan. Namun demikian tidak semua manusia dapat melakukannya. Ketidakmauan dan ketidakmampuan manusia dalam melakukan taubat disebabkan oleh anggapan bahwa dirinya bersih/ suci atau dia tidak merasa menyekutukan/ bermaksiat kepada Tuhan atau dia merasa tidak berbuat salah terhadap manusia yang lainnya. Atau dia merasa kejahatannya sudah tak mungkin dapat diampuni Jadi buat apa Tobat? Demikianlah manusia yang berfikiran seperti itu senantiasa menghalangi dirinya untuk meraih rahmat Allah.
“Tobat” yang dimaksud dalam uraian ini bukanlah tobat bak orang makan rujak pedas, saat makan kepedasan dan tak mau makan lagi, tapi begitu besok ada rujak maka dilahap lagi rujak itu.
Dengan demikian “tobat” yang diterima disisi Allah bukanlah Tobatansambal, tabi Taubatan yang sungguh-sungguh (Taubatan-Nashuha) (QS 25: 71). Taubatan Nashuha memiliki persyaratan-persyaratan tersendiri, seperti (1) kesungguhan untuk mengakui kesalahan, (2) kesungguhan untuk meninggalkan kejahatan, dan (3) kesungguhan untuk meraih kebaikan. Tanpa itu maka taubatnya masuk dalam kategori Taubat Sambal.
Ttobat adalah perbuatan yang amat mulia di sisi Allah. Hadits berikut dapat menggambarkan kemuliaan Tobat disisi Allah SWT
Nabi SAW bersabda :”Sesungguhnya Allah sangat gembira menerima tobat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang yang berkendaraan di tengah padang pasir tetapi hewan yang dikendarai meninggalkannya, padahal di atas hewan itu terdapat makanan dan minuman,, kemuidan dia berteduh di bawah pohon, dan membaringkan badannya, sedangkan ia benar-benar putus asa untuk menemukan kembali hewan tersebut. Ketika bangkit, tiba-tiba ia menemukan hewan tersebut lengkap dengan bekal yang dibawanya, iapun segera memagang tali kekangnya, seraya berkata karena sangat gembira: “YA ALLAH, ENGKAU ADALAH HAMBAKU DAN AKU ADALAH TUHANMU”. Ia keliru mengucapkan kalimat itu karena luapan kegembiraannya”. (HR Muslim- RS1 17-18)
Orang yang melakukan Tobat adalah orang yang memahami hakekat dan manfaat Tobat bagi dirinya, sampai-sampai Rasulullah SAW sendiri mengatakan bahwa ia bertobat sehari sebanyak 70 sampai 100 kali. Allah menganjurkan kepada orang-orang yang beriman agar bertobat untuk meraih keberuntungan (QS 24: 31)
Asal muasal tobat amat dibenci oleh Iblis, tentunya dapat kita telusuri hal tersebut dari kejadian manusia pertama sampai dengan diturunkannya manusia dari sorga ke bumi. Usai kejadian Adam dan Hawa makan buah terlarang, tidak lama mereka berdua bertobat atas apa yang telah dilakukannya, tobat Adam diterima, maka seketika itupun luluh lantah dosa dan kesalahan yang diperbuatnya. sementara Iblis enggan melakukannya dan tetap berada dalam “kesombongan”. (QS 2: 37). Bahkan Iblis bertekad untuk menghasung anak cucu Adam menjadi pengikutnya. Untuk itulah Iblis senantiasa menghembuskan manusia untuk memperlambat tobat.
Dan yang menjadi penghalang seseorang dalam melakukan Tobat adalah “Kesombongan”, sebagaimana kesombongan Iblis terhadap kemampuan/ kelebihan dirinya dari makhluk yang lain. Untuk itulah dalam mengantisipasi “TOBAT”, Iblis melancarkan serangan dengan menggunakan senjata berupa “KESOMBONGAN” ke dalam dada manusia. Hal ini dilakukan karena berdasarkan pengalaman pribadi. Iblis sudah merasakan Keingkarannya kepada Allah karena senjata kesombongan itu.
Semoga Tobat kita diterima Allah SWT. Dan semoga kesombongan sedikit demi sedikit dapat mencair dari dalam dada kita.
Betapa banyak dosa yang telah diperbuat, Hanya Engkau Allah SWT yang bisa mengampuni semua dosa.
http://isnain.blogspot.com
Oleh : Muhasuh
Mungkin kita mengira bahwa amal-amalan kebaikan kita berupa Shalat, Puasa, membaca Al-Qur’an, Haji, zakat dan lain-lain kebaikan adalah hal yang amat dibenci oleh Iblis. Seringkali kita ditanya oleh rekan kita atau siapapun perihal amalan yang dibenci oleh IBLIS niscaya kita akan menyebutkan hal tersebut di atas.
Apa yang kita ungkapkan tersebut tidaklah salah, sebab memang dalam hal-hal tersebutlah Iblis berusaha dengan sekuat tenaga dan upaya mengalihkan perhatian kita agar tidak konsentrasi (khusuk) dalam menjalankannya. Upaya iblis tersebut tidak lain agar ia mendapat pengikut sebanyak-banyaknya. Untuk itulah iblis melakukan langkah-langkah atau program dari A sampai Z dengan memutarbalikkan kenyataan Ilahi, yang benar dihadapan Tuhan menjadi salah; yang salah dihadapan Tuhan menjadi benar. Mereka berupaya agar kita memenuhi hasrat hawa nafsu dengan mengenyampingkan nilai-nilai wahyu. (QS 15: 39)
Sebelum Iblis berhasil dalam upayanya mengalihkan manusia, maka ketidakpuasan senantiasa ada dalam diri Iblis itu sendiri. Untuk itu mereka menerjunkan semua penggoda-penggoda manusia. Penggoda-penggoda yang diterjunkan iblis tidak kepalang tanggung, dia menugaskan seluruh lapisan kekuatan yang dimilikinya, dari tingkatan pemula sampai dengan tingkatan expert atau dari kelas teri sampai kelas kakap, dari pasukan berkuda sampai pejalan kaki. (QS 17:64). Tergantung dari kadar keimanan seseorang, makin tinggi kada keimanan, makin tinggi jabatan penggodanya dan sebaliknya.
Maka tidaklah mengherankan apabila dari semua sisi kehidupan yang kita jalankan, iblis senantiasa ada di dalamnya. Atau dalam istilah Al-Qur’an Iblis akan mendatangi/ menggoda kita baik dari depan, belakang, kiri, kanan. Intinya seluruh sendi kehidupan yang kita jalani, maka kekuatan Iblis ada disana. (QS 7: 17)
Apabila upaya mengalihkan konsentrasi manusia telah berhasil, maka Kegembiraan akan senantiasa ada dalam diri Iblis, dan tidak sampai disitu saja Iblis bertindak, malah lebih jauh sampai manusia/ kita ada dalam permainannya dan mau mengikuti apa yang diperintahkannya. Dan bila upaya-upaya yang dilakukan belum berhasil maka upaya-upaya apapun terus dilakukannya, IBLIS pantang mundur.
Namun demikian Iblis acapkali kecewa terhadap satu rahmat Allah yang diberikan kepada manusia. Suatu rahmat yang menyebabkan upaya dan usaha iblis dalam menyesatkan manusia selama bertahun-tahun sirna tanpa bekas. Itulah rahmat yang bernama “TOBAT”. Tobat inilah yang amat sangat dibenci oleh Iblis. Kebencian tersebut amat beralasan, sebab sekali manusia bertobat, maka seluruh kejahatan-kejahatan hasil upaya Iblis seketika itu luluh lantah, bak panas setahun dihapus oleh hujan sehari. Bahkan kejahatan seumur hidup luluh seketika walaupun manusia belum melakukan kebajikan. Dan bahkan dosa yang kita bawa melebihi beratnya bumi dan tingginya langitpun dapat dengan seketika terhapus karenanya. (QS 7 : 153)
Perhatikanlah Firman Allah dalam Hadits Qudsi berikut:
Wahai Bani Adam! Apabila engkau mengajukan permohonan dan mengharap kepada-Ku, Ku ampuni segala yang ada padamu tanpa peduli. Wahai Bani Adam! Sekalipun dosamu bertumpuk-tumpuk hingga setinggi langit, tapi kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya Ku ampuni dosamu. Wahai Bani Adam! Sekiranya engkau datang dengan dosa setimbang bumi, kemudian engkau menemui Aku dalam keadaan tidak mensekutukan Aku dengan sesuatupun, niscaya Aku kurniakan ampunan setimbang dosa itu. (HQR Turmudzi dari Anas)
“Tobat “ sepertinya hal yang kecil dan sepele, namun memiliki kekuatan yang amat dahsyat dalam menghancurkan segenap kesalahan/ kejahatan/ kebathilan. Namun demikian tidak semua manusia dapat melakukannya. Ketidakmauan dan ketidakmampuan manusia dalam melakukan taubat disebabkan oleh anggapan bahwa dirinya bersih/ suci atau dia tidak merasa menyekutukan/ bermaksiat kepada Tuhan atau dia merasa tidak berbuat salah terhadap manusia yang lainnya. Atau dia merasa kejahatannya sudah tak mungkin dapat diampuni Jadi buat apa Tobat? Demikianlah manusia yang berfikiran seperti itu senantiasa menghalangi dirinya untuk meraih rahmat Allah.
“Tobat” yang dimaksud dalam uraian ini bukanlah tobat bak orang makan rujak pedas, saat makan kepedasan dan tak mau makan lagi, tapi begitu besok ada rujak maka dilahap lagi rujak itu.
Dengan demikian “tobat” yang diterima disisi Allah bukanlah Tobatansambal, tabi Taubatan yang sungguh-sungguh (Taubatan-Nashuha) (QS 25: 71). Taubatan Nashuha memiliki persyaratan-persyaratan tersendiri, seperti (1) kesungguhan untuk mengakui kesalahan, (2) kesungguhan untuk meninggalkan kejahatan, dan (3) kesungguhan untuk meraih kebaikan. Tanpa itu maka taubatnya masuk dalam kategori Taubat Sambal.
Ttobat adalah perbuatan yang amat mulia di sisi Allah. Hadits berikut dapat menggambarkan kemuliaan Tobat disisi Allah SWT
Nabi SAW bersabda :”Sesungguhnya Allah sangat gembira menerima tobat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang yang berkendaraan di tengah padang pasir tetapi hewan yang dikendarai meninggalkannya, padahal di atas hewan itu terdapat makanan dan minuman,, kemuidan dia berteduh di bawah pohon, dan membaringkan badannya, sedangkan ia benar-benar putus asa untuk menemukan kembali hewan tersebut. Ketika bangkit, tiba-tiba ia menemukan hewan tersebut lengkap dengan bekal yang dibawanya, iapun segera memagang tali kekangnya, seraya berkata karena sangat gembira: “YA ALLAH, ENGKAU ADALAH HAMBAKU DAN AKU ADALAH TUHANMU”. Ia keliru mengucapkan kalimat itu karena luapan kegembiraannya”. (HR Muslim- RS1 17-18)
Orang yang melakukan Tobat adalah orang yang memahami hakekat dan manfaat Tobat bagi dirinya, sampai-sampai Rasulullah SAW sendiri mengatakan bahwa ia bertobat sehari sebanyak 70 sampai 100 kali. Allah menganjurkan kepada orang-orang yang beriman agar bertobat untuk meraih keberuntungan (QS 24: 31)
Asal muasal tobat amat dibenci oleh Iblis, tentunya dapat kita telusuri hal tersebut dari kejadian manusia pertama sampai dengan diturunkannya manusia dari sorga ke bumi. Usai kejadian Adam dan Hawa makan buah terlarang, tidak lama mereka berdua bertobat atas apa yang telah dilakukannya, tobat Adam diterima, maka seketika itupun luluh lantah dosa dan kesalahan yang diperbuatnya. sementara Iblis enggan melakukannya dan tetap berada dalam “kesombongan”. (QS 2: 37). Bahkan Iblis bertekad untuk menghasung anak cucu Adam menjadi pengikutnya. Untuk itulah Iblis senantiasa menghembuskan manusia untuk memperlambat tobat.
Dan yang menjadi penghalang seseorang dalam melakukan Tobat adalah “Kesombongan”, sebagaimana kesombongan Iblis terhadap kemampuan/ kelebihan dirinya dari makhluk yang lain. Untuk itulah dalam mengantisipasi “TOBAT”, Iblis melancarkan serangan dengan menggunakan senjata berupa “KESOMBONGAN” ke dalam dada manusia. Hal ini dilakukan karena berdasarkan pengalaman pribadi. Iblis sudah merasakan Keingkarannya kepada Allah karena senjata kesombongan itu.
Semoga Tobat kita diterima Allah SWT. Dan semoga kesombongan sedikit demi sedikit dapat mencair dari dalam dada kita.
Betapa banyak dosa yang telah diperbuat, Hanya Engkau Allah SWT yang bisa mengampuni semua dosa.
http://isnain.blogspot.com
Tuesday, August 07, 2007
MENAHAN AMARAH
" Dan orang - orang yang menahan amarahnya dan memaafkan ( kesalahan ) orang . Allah menyukai orang - orang yang berbuat kebaikan. ( QS. Ali Imron :134)
- Kedudukan menahan amarah terhadap orang lain artinya tidak marah meskipun dalam dada ada ganjalan terhadap mereka karena sikap mereka yang buruk pada kita.
- Kedudukan memaafkan mereka artinya kita tidak menegur mereka dan tidak membalas sikap mereka yang buruk dengan perbuatan yang semisal.
- Kedudukan berbuat kebaikan artinya kita memaafkan mereka, tidak memarahi mereka, bahkan memberi manfaat kepada mereka dan mendo'akan kebaikan mereka
Subscribe to:
Posts (Atom)